Tampilkan postingan dengan label 4 bintang.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4 bintang.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2015

Love in the Afternoon

Judul                   : Love in the Afternoon
Sub Judul            : Cinta di Siang Hari
Seri                     : Hathaway series #5
Penulis                : Lisa Kleypas
Penerjemah         : Anggraini Novitasari
Desain Sampul    : Marcel A.W
Penerbit              : Gramedia
ISBN                   : 978-979-22-6674-0

Genre                  : Historical Romance
Setting                 : United Kingdom, Hampshire, London
Status buku          : Punya

Sinopsis:

Beatrix, si bungsu Hathaway yang pencinta binatang dan alam, selalu lebih nyaman berada di alam terbuka daripada di dalam ruang dansa. Meskipun telah mengikuti serangkaian season di London, Beatrix yang kecantikannya klasik dan berjiwa bebas belum pernah jatuh cinta ataupun didekati pria...

Kapten Christopher Phelan, prajurit yang sangat pemberani, berencana akan menikahi teman Beatrix, Prudence Mercer, sekembalinya dari pertempuran. Namun, dalam surat-suratnya kepada Prudence, ia mengatakan kehidupan di medan peperangan telah mengubahnya menjadi orang yang sangat berbeda. Prudence tidak suka menulis surat, dan kecewa membaca surat-surat pria itu. Beatrix membantu Prudence menuliskan surat-surat jawaban. Surat-menyurat itu segera berkembang menjadi kedekatan jiwa yang dalam... Christopher bertekad menemui wanita yang dicintainya itu. Tindakan Beatrix yang semula hanyalah berpura-pura berubah menjadi siksaan cinta yang tak sampai...


Review: 
Beatrix tidak menyukai Christopher Phelan karena komentar laki-laki itu bahwa Beatrix lebih baik berada di kandang. Tapi ketika surat laki-laki itu tidak dipedulikan oleh temannya, Beatrix merasakan dorongan untuk membalasnya, memberikan hiburan pada Christopher yang kesepian di tengah kecamuk pertempuran. Hingga kemudian, Beatrix jatuh cinta pada Christopher. Sadar cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, Beatrix memutuskan berhenti membalas surat laki-laki itu. 

Yaaah...sebenarnya memang keterlaluan kalo ada yang bilang kita lebih pantas berada di kandang daripada di manapun. Kemungkinan kalo ada yang bilang begitu ke aku, mungkin aku akan menonjok mukanya sampai bonyok. Sadis!!! hehehe... Paling suka dengan bagian surat menyurat itu, kesannya romantis banget.

Kemudian perang usai, Christopher pulang sebagai pahlawan, sekaligus membawa duka dan trauma mendalam akibat perang bersama teman setianya, Albert, seekor anjing. Beatrix berharap laki-laki itu tidak mengenalinya sebagai teman korespondensinya. 

Christopher terlalu sibuk mencari kesamaan seorang Prudence dengan seseorang pada surat-suratnya. Ketika didapatinya tidak ada kesamaan antara keduanya, ia mulai curiga. Kecurigaannya makin mengarah pada Beatrix. Ketika pada suatu kesempatan Beatrix keceplosan omong, Christopher menuntut penjelasan padanya. Beatrix yakin Christopher akan membunuhnya, tapi laki-laki itu malah mengaku kalau dia telah jatuh cinta padanya hanya dengan membaca balasan surat-suratnya. Sooo sweeeeet

 Paling suka dengan komentar Christopher pada Audrey, kakak iparnya, mengenai para pria yang mendekati Beatrix hanya untuk mengaguminya saja.

"Aku akan sangat terhibur dengan melempar pria itu ke jendela."

Benar-benar pria sejati yang tidak akan membiarkan wanitanya didekati sembarang pria. Bener deh! Kenapa? Karena aku juga suka priaku hanya untuk diriku sendiri, tentu saja untuk urusan hati.

Salut deh untuk Lisa Kleypas yang berhasil menciptakan tokoh-tokoh menawan untuk seri Hathaway ini. Tapi ada yang tidak kusuka dari karakter Beatrix ini, ihhh kok kayak kegatelan banget sih minta digituin sama si Christopher. Terlalu agresif untuk ukuran gadis polos. dan ada kejadian yang lumayan bikin ngakak pas kedua tokoh kita sedang ada di kamar Christopher. Pria itu kesal banget waktu diganggu sama Beatrix dan mengancam akan me.....(yaah bisa ditebak kan?! hehehe) nya. Beatrix sontak tengkurap dan menunggu, sementara pria itu kebingungan dengan perbuatan Beatrix. Lalu dengan yakin gadis itu mengatakan bahwa bajing melakukannya seperti itu. Hahaha...

Dan pada bagian akhir Lisa Kleypas cukup mulus menambahkan konflik untuk mencapai penyelesaian yang membahagiakan dimana Christopher berhasil mengatasi trauma perangnya.

Ada beberapa typo di sana-sini, misalnya: 

mengundurkan diri angkatan darat...mestinya mengundurkan diri dari angkatan darat (160)
merah manyala...mestinya merah menyala (163)
Christopher melucutinya pakaian... mestinya Christopher melucuti pakaian... (418)

Love in the Afternoon menjadi seri pamungkas untuk Hathaway series yang terdiri dari:

Seri Hathaway:
#1 Mine Till Midnight/Janji di Tengah Malam
#2 Seduce Me At Sunrise/Rayuan di Pagi Hari
#3 Tempt Me at Twilight/Godaan di Senja Hari
#4 Married by Morning/Pernikahan Menjelang Pagi 


Untuk Beatrix dan Christopher aku kasih empat bintang.


Sabtu, 25 April 2015

His Lady Mistress

Judul                     : His Lady Mistress
Penulis                  : Elizabeth Rolls

Tipe buku              : e-book
Halaman                : 299
Terbit                     : 2004
Penerbit                 : Harlequin
Setting                   : United Kingdom
Genre                     : Historical Romance




 Review:
Ibarat lepas dari mulut buaya, lalu masuk ke mulut harimau. Itulah yang dialami sang heroin dalam judul ini. Verity Scott, seorang yatim piatu, putri dari seorang komandan yang bunuh diri setelah istri dan adik Verity meninggal. Seluruh harta peninggalan ayahnya disita kerajaan akibat aksi bunuh dirinya tersebut. Malam ketika jasad ayahnya dikuburkan di pemakaman tak bernama, Verity mengikuti secara diam-diam dan berniat menanam bunga bluebell di atas makam ayahnya sebagai pertanda. Perbuatannya diketahui oleh mantan bawahan ayahnya, Max, yang kemudian menolongnya, mengantarnya kembali ke penginapan, mengurusnya dan memberinya makanan. Kelembutan dan perhatian Max, membuat Verity jatuh cinta.

Lima tahun kemudian, Max, yang telah menjadi earl, mengunjungi keluarga Faringdon atas undangan mereka. Ia berniat mencari tahu bagaimana nasib gadis kecil yang dulu ditolongnya. Sayangnya, menurut pengakuan mereka yang notabene adalah wali dari Verity, gadis itu telah meninggal akibat bunuh diri. Merasa gagal menyelamatkan gadis malang itu, pandangan Max jatuh pada Selina Dering, seorang gadis pelayan yang nampaknya hendak diperkosa oleh sepupu Verity. Ia berniat menolong gadis itu untuk mengkompensasikan rasa bersalahnya pada Verity. Max membuat dua pilihan, pertama, ia akan menjadikan Selina sebagai wanita simpanannya dan kemudian bila hubungan tersebut dirasa cukup, ia akan memberikan tunjangan seumur hdup pada Selina. Kedua, ia akan menemui bibinya, Lady Arnsworth, dan mendesaknya untuk mengambil Selina sebagai pendampingnya. Mestinya begitu, tapi Max hanya mengajukan pilihan yang pertama pada Selina, yang langsung ditolak oleh Selina. Dua kali.

Menyadari dirinya mungkin tidak akan selamat kali berikutnya dari gangguan sepupunya, Verity akhirnya menerima tawaran Max. Ia berpikiran, asalkan Max tidak mengetahui identitasnya yang sebenarnya, dia akan selamat dari kemarahan laki-laki itu. Malangnya di hari kepergian mereka, pelayan pribadi Max, mendapat kabar kalau Verity Scott masih hidup dan kini diganti identitasnya menjadi Selina oleh pamannya. Max marah pada Verity, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan penghormatannya pada mantan komandannya dengan menikahi putrinya. Ia berhutang budi pada komandannya yang telah menyelamatkan nyawanya hingga mengorbankan sebelah tanganny hingga mesti diamputasi.

Tidak ada yang diinginkan Verity selain menjadi istri Max, bertahun-tahun ia memimpikan Max. Tapi tidak dengan kemarahan Max, tidak dengan tuduhan dirinya menjebaknya dalam perangkap pernikahan. Pernikahan tetap berlangsung, dan setelahnya Max mencampakkannya dalam kesepian dan kesendirian, walaupun mereka tinggal satu atap bersama, seorang adik kembar Max, Richard. Segala upaya dilakukan Verity untuk memenangkan hati dan perhatian Max. Laki-laki itu tidak bergeming, walau masih memperlakukan Verity dengan baik.

Akhirnya Verity memutuskan untuk membuat skandal sebanyak mungkin agar Max menceraikannya. Menyadari apa yang sedang diniatkan oleh Verity, Max pun turun tangan mencegah terjadinya skandal lebh lanjut.

Walau ceritanya menyedihkan, aku suka sekali novel yang ini. Mungkin karena ini adalah novel hisrom pertamaku yaa? Rasanya nyesek banget, waktu Verity bersusah payah meraih perhatian suaminya. Max malah meminta Verity tidak mengganggu Richard karena rumah itu adalah rumah Max dan Richard. Ighhh....ya ampun, kok kejem bener sih Max. Seolah Verity tidak memiliki tempat di rumah suaminya sendiri. Dan bahkan ketika Richard akhirnya mau membuka hati dan menerima keberadaan Verity, Max masih berkeras memasang tembok pembatas antara dirinya dan Verity.

Max, punya alasan kenapa ia enggan menikah. Awalnya ia adalah anak kedua. Namun ketika kakaknya meninggal, otomatis ia mewarisi gelar yang disandang kakaknya. Sementara ia mempunyai rasa bersalah yang mendalam pada adiknya Richard yang mengalami cacat kaki karenanya. Ia telah berjanji pada ibunya, bahwa Richard akan menjadi ahli warisnya. Karena itulah, Max enggan menikah dan punya anak.

Novel ini menjadi pembuka untuk 2 novel berikutnya:
1. His Lady Mistress
2. A Compromissed Lady











3. Lord Braybrook's Peniless Bride














Untuk 2 seri terakhir, aku suka banget sama gambar cover-nya. So British and classic, kan? Mestinya seperti inilah gambar cover novel hisrom. :)

Novel ini sudah bolak-balik aku baca dan belum bosan juga. Aku kasih skor 4 untuk ketabahannya Verity.

Senin, 30 Maret 2015

A Matter of Temptation by Lorraine Heath

Judul                         : A Matter of Temptation
Penulis                      : Lorraine Heath
Genre                        : Historical Romance
Tipe                           : e-book







Sinopsis:

For years, Robert Hawthorne, the Duke of Killingsworth, was kept a prisoner by his scheming twin brother. A daring escape turns the tables and restores his birthright to him, without anyone the wiser. He can finally enjoy everything that was stolen from him. But on his first day of freedom Robert must take in wedlock a woman he has never met . . . and keep his distance to prevent her from learning the truth of his identity, until he can determine how to prove he is the rightful duke.

Victoria Lambert knows she must marry Robert--after all, as her mother always reminds her, he is the catch of the season and she'll become a duchess! True, she does not love him, but it is her duty to marry well. But a much-altered Robert stands beside her on their wedding day . . . a man somehow more considerate and charming than ever before . . . and so sensuously alluring that Torie is determined to be a temptation her husband can't resist!



Review:

Selama bertahun-tahun, Robert Hawthorne, Duke of the Killingworth yang asli dijebloskan ke dalam penjara oleh adik kembarnya sendiri. John sang kembaran kemudian menyaru menjadi dirinya selama bertahun-tahun itu pula. Hingga kemudian suatu saat dalam kunjungan John ke penjara tempatnya di tahan, Robert berhasil membalikkan keadaan dan dapat kembali ke rumahnya. Tapi alangkah terkejutnya ia, ketika mendapati di hari petama kebebasannya, ia telah dijadwalkan menikah. Ia tidak tahu apakah pernikahan ini didasarkan pada pribadi adiknya atau pada gelar yang disandang olehnya. Robert memutuskan untuk mengikuti permainan. Ia menikahi gadis yang namanya saja baru diketahuinya saat upacara pernikahan. Ya iyalah dia kan nggak bisa tanya sama orang lain "omong-omong pengantinku namanya siapa ya?" bisa-bisa rahasianya terungkap. Benar-benar ironis ya ia harus berpura-pura menjadi dirinya sendiri tapi versi John.

Bisa dibayangkan bagaimana bingungnya perasaan Robert sementara ia harus berpura-pura segala sesuatunya berjalan normal. Ia tidak tahu atau samar-samar mengingat nama pendamping pengantin prianya. Ia bahkan tidak tahu mesti bagaimana ia memanggil nama mempelainya sendiri, apakah Victoria? atau Vic? Ia tidak tahu apakah Victoria mencintai John.

Di sisi lainTorie merasakan ada yang berbeda pada diri calon suaminya, tapi mungkin laki-laki itu hanya merasa gugup pada hari pernikahannya sendiri. Tapi Robert seperti terus menjaga jarak, ia seperti berusaha menjauh dari Torie, walaupun pandangan matanya tidak bisa menyembunyikan gairahnya pada Torie. Robert bergelut dengan pikiran, pertanyaan dan kecemasannya sendiri.

Sepanjang membaca novel ini, LH terus menggambarkan pertarungan batin Robert, bagaimana ia harus bertindak, bagaimana ia harus menghadapi Torie tanpa menimbulkan kecurigaan pada istrinya, menjawab pertanyaan2nya. Lumayan membosankan karena alurnya lambat. Tapi bagaimanapun Robert ini berusaha menjaga jarak ia tidak bisa menghindari "undangan" Torie untuk kissing, dan reaksinya tentu saja seperti harapan kita, para pembaca hehehe.

LH menggambarkan Robert sebagai pria dengan sifat baik yang berlimpah. Ia menahan diri untuk tidak langsung "menerkam" Victoria walaupun ia berhak untuk itu, ya ampun ia bahkan berniat mengembalikan Victoria pada John dalam keadaan utuh jika masalahnya telah diselesaikan. walau menurutku agak aneh bagaimana seorang yang masih perjaka ting ting (have i told you if the hero is still pure just like the heroine? yes he is hehehe) begitu mahir dan disiplin melakukan itu dengan istrinya. Robert juga bersikap baik dan "ngemong" pada Richard anak sahabat. Yeah he is very adorable man. Sebaliknya John, sebagai adik kembar Robert digambarkan menjadi saudara yang jahat karena tega-teganya menjebloskan kakaknya sendiri ke penjara tanpa alasan. Hmmmm benar-benar seperti yin dan yang .

LH sepertinya kurang mengupas masalah kenapa John bisa bersikap seperti itu. Tapi mungkin pendapat kalian berbeda denganku, soalnya takut juga jadi spoiler sih. Gak asyik kan? LH menulis ini juga berdasarkan fakta berdirinya penjara Pentontvile yang dimaksudkan bagi narapidana untuk di buang ke Australia setelah menjalani masa tinggal 18 bulan di penjara. Di penjara ini semua penghuninya setiap keluar dari selnya juga diharuskan mengenakan penutup wajah. Sehingga sesama penghuninya tidak bisa saling berinteraksi. Kebayang kan bagaimana bingungnya Robert ketika ia terbangun setelah perayaan ulang tahunnya ke 18 mendapati dirinya berada di penjara. Ia sempat mengira ada seseorang bermaksud jahat padanya dan John. Tapi seiring bertambahanya waktu ia sadar kalau ia dijebak oleh John.

Kesimpulannya aku suka dengan novel ini karena emang romantis habis, suka banget sama mas Robert-nya. Adegan ehem-ehemnya juga lumayan. Poin untuk novel ini 4 dari 5.


Jumat, 09 Januari 2015

Just Wicked Enough By Lorraine Heath

Judul                 : Just Wicked Enough
Penulis              : Lorraine Heath
Penerbit             :HarperCollins Publisher
Tanggal terbit    :
Halaman            : 344
Genre                 : Histroical Romance
Tipe buku          : E-book
Series                 : Rogues and roses #2











Sinopsis:

What will she bid?
Desperates for riches, penniless Michael Tremayne, Marquess of Falconridge, is willing to auction away his only possession value - his title - to the highest bidding American father. But Kate Rose was the last woman he had in mind to marry. The willful and headstrong Kate reques from marriage the one thing Michael is unable to give - powerful and unending love.

Kate refuses to give into her husband's sensual demands until he has earned her love. Michael is not one to back down from a challenge, but neither does he believe in playing in the rules. While he is unfamiliar with love, he is extremely intimate with passion. He is determined to convince Kate that one can substitute for the other. And what better way to convince her than patiently and skillfully seducing her? Kate never thought marriage would be so mischievous...or that her husband would be persuade her to be so sinful.

Review :

Tak dapat dibayangkan, ketika seorang dengan gelar kebangsawanan harus melelang dirinya sendiri, agar bisa memecahkan masalah keuangannya. Tapi itulah yang dilakukan oleh Michael Tremayne, Marquess of Falconridge. Ia mesti mengesampingkan harga dirinya jauh-jauh demi sesuatu yang sangat menyentuh.
Kate Rose, putri dari pemenang lelang, masih mencintai mantan suaminya yang tidak direstui oleh kedua orang tuanya karena tidak mempunyai gelar kebangsawanan yang dianggap memadai. Ia tidak bisa menolak ketika ayahnya memberitahunya bahwa seorang marquess meminangnya.Terlebih lagi mantan suaminya telah menikah lagi dengan orang lain.

Berdasarkan perjanjian lelang, Michael dapat membelanjakan uang yang diperolehnya setelah mendapat persetujuan dari Kate Rose, istrinya. Bisa dibayangkan ketika seorang kreditor menagih hutangnya, ia mesti meminta persetujuan dari istrinya. Harga diri Michael semakin tercabik, ketika ia mesti meminta uang untuk segala keperluannya yang bahkan tidak bisa ia sampaikan pada Kate. Dan Kate pun awal-awal memperlakukan Michael hampir seperti pengemis. Poor man!

Bukan itu saja, Kate bahkan menolak melayani kebutuhan biologis Michael. Ia memberi syarat agar Michael bisa membuatnya mencintai Michael. Selain itu ia juga menanyakan warna favoritnya pada Michael. Sebuah pertanyaan yang membuat Michael lintang pukang mencari jawabannya.

Kesanku tentang Michael...He is a dream man, dadaku membuncah untuk menggambarkan betapa luar biasanya dia. Walau masa kecilnya begitu menyedihkan, dia enggak pernah dendam pada ibunya, bahkan dia rela melelang dirinya agar memperoleh uang yang bisa digunakannya untuk biaya pengobatan ibunya. Terus dia berusaha banget untuk membahagiakan Kate, meski harus menjual cincin keluarganya agar bisa memberi hadiah pada Kate. Selain itu ia juga tak kenal lelah mencoba menebak warna favorit Kate, dengan menanyai, mantan pendamping Kate, bertanya ke penjahit pakaian wanita. Ia bahkan mengesampingkan claustraphobianya dengan ikut duduk dalam kereta kuda saat pergi ke estat-nya bersama Kate. Tapi sayang, ia hanya mampu bertahan duduk dalam kereta itu dalam waktu yang sangat singkat, hehehe. Ia ingin agar Kate bisa memandangnya seperti istri sahabatnya memandang suaminya, pandangan penuh cinta.

Ketika akhirnya, Michael mengetahui kalau istrinya pernah menikah sebelum dengannya, dan masih menyimpan rasa cintanya pada mantan suaminya, Michael tak lagi peduli. Ia merasa tidak ada harapan untuk memenangkan hati Kate, dan meminta Kate agar berpura-pura sedang bercinta dengan mantan suaminya selagi ia menggauli Kate. Duuh pedih banget bacanya :'(

Yang nambah bikin nyesek waktu Michael memergoki Kate sedang berciuman dengan Wesley sang mantan, duh tega banget sih Kate. Apalagi ketika Wesley dengan lantang memberitahu Kate tentang lelang yang dilakukan Michael. Kate marah karena merasa dibohongi oleh Michael dan ayahnya sendiri. Kate lalu menuntut penjelasan pada ayahnya, dan alasannya sungguh membuat Kate terpukul. dan ketika Michael juga memberitahukan alasan kenapa dia sampai mau melakukan lelang, maka tahulah Kate kepada siapa cintanya mesti dilabuhkan.

Baca novel ini sungguh aku menaruh simpati sedalam-dalamnya pada Michael. Ia menyimpan duka yang dalam dari masa lalunya. Tapi lukanya itu tidak membuatnya dendam, ia malah berusaha bagaimana untuk menunjukkan cintanya pada orang-orang disekelilingnya. How fool Kate, dia tidak dengan segera melihat bahwa suaminya itu bak mutiara. Dia mengharapkan cinta sedang dia sendiri tidak berusaha memberikan cinta pada suaminya. Padahal bukti-bukti dari upaya Michael untuk mendapatkan cintanya terbentang di depan hidungnya. Dia malah mau-maunya berciuman dengan mantan suaminya, sedang Michael ada di sekitarnya.

Novel ini masuk dalam rangkaian Rogues and roses series. Seri pertamanya A Duke of Her Own.

4 bintang untuk kisah yang ini.