Tampilkan postingan dengan label Gramedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramedia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Kingdom Of Dream (Westmoreland #1)

Judul                   : Kingdom of Dream (Westmoreland, #1)
Sub Judul            : Kerajaan Impian
Penulis                : Judith McNaught
Penerjemah         : Iingliana
Penerbit               : Gramedia
Jumlah halaman  : 600 hal
Tipe                     : Cetak
Status buku          : Punya




Sinopsis:

Jennifer Merrick, putri tertua bangsawan Skotlandia, diculik Royce Westmoreland, ksatria Inggris yang dikenal karena kekejamannya. Namun tidak berarti Jennifer mau menyerah dengan mudah pada pria itu. Ia pun mencoba segala cara mencoba meloloskan diri dari cengkeraman pria yang dijuluki sebagai Black Wolf. Sayangnya takdir tidak berpihak pada Jennifer, setelah berhasil meloloskan diri, ia malah diperintahkan untuk menikah dengan Royce demi perdamaian antara Skotlandia dan Inggris.

Jennifer yang awalnya sangat marah mulai luluh setelah melihat sisi-sisi tidak terduga dalam diri suaminya dan perasaan cinta pun tumbuh dalam hati Jennifer. Namun ketika harus memilih antara cintanya pada suaminya dan negaranya, manakah yang harus dipilih Jennifer?

Review:

Baru kali ini aku baca novelnya Judith yang tidak dibikin kesal dengan heronya yang biasanya memiliki tingkat paranoid yang over high. Royce termasuk kategori adorable man menurutku. Dan walaupun Jennifer di awal-awal lumayan bikin kesal dengan tindakannya yang berkali-kali berusaha kabur dan mengakali prajurit Royce. Kupikir itu wajar karena siapa sih yang mau diculik dan dijadikan tawanan oleh musuh ayahnya?

Dan sebagai gadis berusia 17 tahun dia termasuk gadis yang cerdas dan banyak akal serta pemberani. Royce sendiri walau dikenal kejam oleh lawan-lawannya dalam kenyataannya tidaklah kejam. Ia masih berbaik hati dengan tidak menjadikan Jennifer dan adiknya, Brenna menjadi budak seks bagi para prajuritnya atau untuk Royce sendiri. Hal yang sangat melegakan hati Jennifer. Walaupun ia dan pasukannya berkali-kali terkecoh oleh Jennifer, hukuman yang diberikannya tergolong ringan.

Dalam cerita ini, setting tempat dan waktu berbeda dari novel-novel Judith yang biasa kubaca. Bersetting waktu tahun 1490 an dimana Skotlandia dan Inggris masih berperang. Makanya jangan berharap akan mendapati pesta-pesta dansa di sini. Yang ada bila tidak berlokasi di hutan maka bisa kebanyakan cerita terjadi di ruang utama kastil yang besar dimana-meja-meja makan ditata.

Salah satu yang kusuka di tokoh ini selain Royce, adalah bibi Jennifer yang memaksa ikut dengan keponakannya ketika diculik Royce yang kedua kali. Bagaimana lady tua itu 'memaksa' salah satu pengawal Royce yang bertubuh raksasa dengan pembawaan yang dingin dan pemarah untuk tunduk dan bersedia mendampingi sang lady berburu rempah-rempah di hutan.

Di sini Judith cukup detil menggambarkan kekuasaan raja pada para bangsawannya yang setia dan bagaimana sistem pembagian tanah yang diberikan raja pada para bangsawannya. Satu hal yang menjadi sepertinya menjadi kesukaan Judith adalah para heroinnya selalu berusia belia yaitu 17 tahun sementara heronya selalu berusia dua kali lipatnya.

After all, buku ini memang menarik dibaca dan i give 5/5 star for this story.




Rabu, 11 Mei 2016

Ruthless (The House of Rohan #1)

Judul          : Ruthless (The House of Rohan #1)
Sub Judul   : Sang Penawan Hati
Penulis       : Anne Stuart
Penerjemah: Rosi Simamora
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman     : 472 hal.
ISBN           : 978-979-22-9580-1
Status          : pinjam i-jak





Sinopsis:

Ada desas-desus bahwa di balik tembok Heavenly Host berlangsung kegiatan-kegiatan yang kelam. Karena itu jika bukan demi menjemput sang ibu yang memfoya-foyakan uang keluarga, Elinor Harriman tak akan mungkin bertandang ke sana. Dugaan Elinor benar, Heavenly Host bahkan lebih mengejutkan daripada impian terliarnya sekalipun. Dan puncak segala pesona adalah sang tuan rumah, Viscount Rohan yang misterius.

Tidak seperti wanita-wanita yang selama ini memuja Rohan, Elinor berlian yang belum terasah. Wanita ini kuat dan mandiri, namun sekaligus menyimpan isi rapuh yang mengusik rasa penasaran Rohan. Terlebih saat wanita itu bertekad menjauhinya, Rohan malah semakin berkeras mendekati. Dan ketika kebakaran merenggut sedikit harta yang keluarga Elinor miliki, Rohan-lah yang pertama mengulurkan bantuan, dengan syarat tak terucap…

Review: 
Benar-benar mengherankan. Dengan tokoh pria yang sedemikian bejat karena dia rutin menyelenggarakan pesta dimana kegiatan tak bermoral diadakan. Judi, perzinahan, hubungan sesama jenis menjadi pemandangan yang biasa di sana. Anehnya aku tidak merasa sebal maupun jijik sama Lord Rohan sebagaimana biasanya aku merasa demikian pada tokoh pria di novel lain. 

Sementara Ellinor Harriman, tokoh wanita yang kuat dan tangguh. Dia pernah mengalami dijual oleh ibunya hanya untuk melindungi adiknya yang jauh lebih cantik dari dirinya. Hidup dalam kemiskinan bersama adik dan 2 pelayannya dan ibu yang gila. Suatu hari ibunya berhasil menyelinap pergi ke pesta gila Lord Rohan sehingga Ellinor terpaksa menyusulnya. Di sanalah ia bertemu dengan si Raja Neraka. 

Aku suka sekali dengan tulisan Anne Stuart ini, dialog2 antara kedua tokoh utama begitu sarat humor dan terasa segar dan cerdas. Walaupun Ellinor begitu ketus dan Rohan begitu santai dan suka menggoda. Tapi aku gak merasa kesal pada sikap Ellinor. Aku salut pada sikapnya yang berusaha kuat dan tabah menghadapi godaan Rohan, pada sikapnya yang terkesan tidak serius tapi penuh perhatian. Aku salut pada ketabahannya menghadapi hidupnya yang begitu miskin, pada hidupnya yang kehilangan warisannya.

Rohan sendiri walau ada alasan-alasan kenapa dia sampai begitu 'sesat', aku tetap tidak mengerti kenapa dia sampai sebegitu getolnya dengan pesta tak bermoralnya. Hanya saja perhatian yang walau enggan diberikannya pada Ellinor tetap terasa menyenangkan karena membuka sedikit pengetahuan bahwa dia masih memiliki kebaikan dalam dirinya.

Akhirnya cuma satu kata untuk novel ini, 5/5 star dan recommended. Terjemahannya juga oke karena kalau Gramedia sih emang selalu bagus dan enak dibaca.

Selasa, 05 Mei 2015

Love in the Afternoon

Judul                   : Love in the Afternoon
Sub Judul            : Cinta di Siang Hari
Seri                     : Hathaway series #5
Penulis                : Lisa Kleypas
Penerjemah         : Anggraini Novitasari
Desain Sampul    : Marcel A.W
Penerbit              : Gramedia
ISBN                   : 978-979-22-6674-0

Genre                  : Historical Romance
Setting                 : United Kingdom, Hampshire, London
Status buku          : Punya

Sinopsis:

Beatrix, si bungsu Hathaway yang pencinta binatang dan alam, selalu lebih nyaman berada di alam terbuka daripada di dalam ruang dansa. Meskipun telah mengikuti serangkaian season di London, Beatrix yang kecantikannya klasik dan berjiwa bebas belum pernah jatuh cinta ataupun didekati pria...

Kapten Christopher Phelan, prajurit yang sangat pemberani, berencana akan menikahi teman Beatrix, Prudence Mercer, sekembalinya dari pertempuran. Namun, dalam surat-suratnya kepada Prudence, ia mengatakan kehidupan di medan peperangan telah mengubahnya menjadi orang yang sangat berbeda. Prudence tidak suka menulis surat, dan kecewa membaca surat-surat pria itu. Beatrix membantu Prudence menuliskan surat-surat jawaban. Surat-menyurat itu segera berkembang menjadi kedekatan jiwa yang dalam... Christopher bertekad menemui wanita yang dicintainya itu. Tindakan Beatrix yang semula hanyalah berpura-pura berubah menjadi siksaan cinta yang tak sampai...


Review: 
Beatrix tidak menyukai Christopher Phelan karena komentar laki-laki itu bahwa Beatrix lebih baik berada di kandang. Tapi ketika surat laki-laki itu tidak dipedulikan oleh temannya, Beatrix merasakan dorongan untuk membalasnya, memberikan hiburan pada Christopher yang kesepian di tengah kecamuk pertempuran. Hingga kemudian, Beatrix jatuh cinta pada Christopher. Sadar cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, Beatrix memutuskan berhenti membalas surat laki-laki itu. 

Yaaah...sebenarnya memang keterlaluan kalo ada yang bilang kita lebih pantas berada di kandang daripada di manapun. Kemungkinan kalo ada yang bilang begitu ke aku, mungkin aku akan menonjok mukanya sampai bonyok. Sadis!!! hehehe... Paling suka dengan bagian surat menyurat itu, kesannya romantis banget.

Kemudian perang usai, Christopher pulang sebagai pahlawan, sekaligus membawa duka dan trauma mendalam akibat perang bersama teman setianya, Albert, seekor anjing. Beatrix berharap laki-laki itu tidak mengenalinya sebagai teman korespondensinya. 

Christopher terlalu sibuk mencari kesamaan seorang Prudence dengan seseorang pada surat-suratnya. Ketika didapatinya tidak ada kesamaan antara keduanya, ia mulai curiga. Kecurigaannya makin mengarah pada Beatrix. Ketika pada suatu kesempatan Beatrix keceplosan omong, Christopher menuntut penjelasan padanya. Beatrix yakin Christopher akan membunuhnya, tapi laki-laki itu malah mengaku kalau dia telah jatuh cinta padanya hanya dengan membaca balasan surat-suratnya. Sooo sweeeeet

 Paling suka dengan komentar Christopher pada Audrey, kakak iparnya, mengenai para pria yang mendekati Beatrix hanya untuk mengaguminya saja.

"Aku akan sangat terhibur dengan melempar pria itu ke jendela."

Benar-benar pria sejati yang tidak akan membiarkan wanitanya didekati sembarang pria. Bener deh! Kenapa? Karena aku juga suka priaku hanya untuk diriku sendiri, tentu saja untuk urusan hati.

Salut deh untuk Lisa Kleypas yang berhasil menciptakan tokoh-tokoh menawan untuk seri Hathaway ini. Tapi ada yang tidak kusuka dari karakter Beatrix ini, ihhh kok kayak kegatelan banget sih minta digituin sama si Christopher. Terlalu agresif untuk ukuran gadis polos. dan ada kejadian yang lumayan bikin ngakak pas kedua tokoh kita sedang ada di kamar Christopher. Pria itu kesal banget waktu diganggu sama Beatrix dan mengancam akan me.....(yaah bisa ditebak kan?! hehehe) nya. Beatrix sontak tengkurap dan menunggu, sementara pria itu kebingungan dengan perbuatan Beatrix. Lalu dengan yakin gadis itu mengatakan bahwa bajing melakukannya seperti itu. Hahaha...

Dan pada bagian akhir Lisa Kleypas cukup mulus menambahkan konflik untuk mencapai penyelesaian yang membahagiakan dimana Christopher berhasil mengatasi trauma perangnya.

Ada beberapa typo di sana-sini, misalnya: 

mengundurkan diri angkatan darat...mestinya mengundurkan diri dari angkatan darat (160)
merah manyala...mestinya merah menyala (163)
Christopher melucutinya pakaian... mestinya Christopher melucuti pakaian... (418)

Love in the Afternoon menjadi seri pamungkas untuk Hathaway series yang terdiri dari:

Seri Hathaway:
#1 Mine Till Midnight/Janji di Tengah Malam
#2 Seduce Me At Sunrise/Rayuan di Pagi Hari
#3 Tempt Me at Twilight/Godaan di Senja Hari
#4 Married by Morning/Pernikahan Menjelang Pagi 


Untuk Beatrix dan Christopher aku kasih empat bintang.


Rabu, 21 Januari 2015

Whitney, My Love

Judul            : Whitney, My Love
Sub judul     : Whitney, Cintaku
Penulis         : Judith McNaught
Penerjemah  : Iingliana
Penyunting   : -
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan         : April, 2011
Halaman       : 792
ISBN             : 978-979-22-6964-2

Status            : Punya
Tipe buku      : Mass Market Paperback





Sinopsis:
Whitney Allison Stone bersedia dikirim ayahnya ke Paris untuk mempelajari tata krama demi menaklukkan hati Paul Sevarin, dan menunjukkan pada masyarakat pedesaan Inggris bahwa dirinya bisa bersikap layaknya wanita terhormat.

Kini Whitney kembali ke Inggris sebagai "kembang kota Paris" dan siap memenangkan hati Paul. Tetapi, alih-alih menikah dengan Paul, Whitney justru mendapati ayahnya yang jatuh miskin  menjualnya pada Clayton Westmoreland, duke of claymore. Padahal Whitney setengah mati membenci gelar duke.
Namun seiring berlalunya waktu, Whitney sadar, hanya Clayton-lah yang menghargai kecerdasan Whitney. Hanya Clayton-lah yang menerima ketidakmampuan Whitney bermain piano, menyulam, dan bernyanyi seperti yang biasa dilakukan para gadis terhormat masa itu. Dan ketika Clayton memutuskan "kontrak" pertunangan dengannya, Whitney sadar hati Clayton-lah yang harus ia menangkan.

Review:
Ini adalah buku Judith kedua yang aku baca, dan kesanku adalah begitu sang hero berhasil mendapatkan wanitanya, ia seperti mudah sekali berprasangka buruk, suka mengambil kesimpulan sendiri tanpa mau meminta penjelasan dahulu padahal ia sudah kenal karakter kekasihnya itu seperti apa. Dan selalu melakukan kesalahan dua kali. Haduuuuh....

Cerita bermula dari Whitney remaja yang tergila-gila pada Paul Sevarin yang usianya sudah menginjak dewasa. Upayanya demi mendaptkan perhatian pria itu membuat pujaan hatinya merasa tidak nyaman. bahkan perilakunya selalu mendatangkan amarah bagi Martin Stone, sang ayah. Hingga kemudian Lady Gilbert, adik ibunya membawanya ke Perancis yang akan mengubahnya untuk berperilaku layaknya seorang lady. Kasih sayang yang diberikan bibi dan pamannya berhasil menjinakkan perilaku liar Whitney. Debut pertama Whitney di Paris berhasil dengan gemilang. Banyak pria kota Paris yang berlomba-lomba mendekatinya. Hingga suatu saat di sebuah pesta topeng, seorang pria bertopeng mengajaknya berdansa.

Tak lama kemudian ayahnya memanggil Whitney pulang yang disambut Whitney dengan senang. Walaupun begitu hatinya merasa cemas jikalau Paul telah menikah. dalam kepulangannya, Lady Gilbert bersedia menemaninya pulang dan mendampinginya sampai Whitney merasa terbiasa kembali di kampung halamannya.

Sekembalinya di Inggris, Whitney mendapati seorang tetangga baru Mr. Clayton Westland yang diluar kemauannya menarik hatinya. Walaupun demikian, Whitney tetap bertekad untuk mendapatkan pinangan dari Paul. Hatinya benar-benar bahagia ketika Paul akhirnya meminangnya secara pribadi. Ketika kabar itu disampaikan pada ayahnya, alangkah terkejutnya ia karena Martin memberitahunya kalau ia sudah ditunangkan dengan Clayton Westmoreland, Duke of Claymore, yang tak lain adalah Mr. Clayton Westland yang menyamar. Martin terlilit utang yang sangat besar dan Clayton memberinya uang dengan syarat meminta Whitney sebagai tunangannya. Hati Whitney terbelah, ia menyukai Clayton dan ia juga tak mau ayahnya menanggung penderitaan jika ia menolak tapi ia juga ingin menikah dengan Paul. Ia merencanakan untuk kawin lari dengan Paul. Sayangnya Paul menolaknya. Ia mengharapkan mahar Whitney yang besar. Patah hatiWhitney segera menyusul Clayton ke London untuk mencegah laki-laki itu mendengar gosip yang sudah beredar di desa.
Sayangnya Clayton justru sedang menyusul ke desa dan mendengar gosip pertunangan Whitney dan Paul dari orang desa. Dengan penuh amarah, Clayton kembali ke London dan lagi-lagi mendengar fitnahan dari musuh semasa kecil Whitney. Ia berniat membawa Whitney untuk kawin lari ke Skotlandia, sebelum itu Clayton membawa Whitney ke rumah pedesaannya. Ia mengira Whitney sungguh wanita murahan dan memperkosa gadis itu. Penyesalan selalu datang terlambat, ia baru menyadari kalau kekasihnya masih sesuci bayi. Clayton merasa bersalah dan memutuskan untuk melepaskan Whitney dari "kontrak" pertunangannya sekaligus membebaskan Martin dari kewajiban membayar kembali hutangnya.
Keputusan ada di tangan Whitney, apakah ia mau menerima begitu saja pemutusan itu atau berjuang untuk mendapatkan cinta Clayton kembali.

Fiuhhhh, tebel banget bukunya, hampir 800 halaman. Alurnya mengalir lancar dan seperti biasa, Judith bolak balik menaik-turunkan emosi pembacanya. Dilihat dari sisi jeleknya aku tidak bisa menyelesaikan novel ini meski dikebut samapai pagi!!! Pokoknya dibikin terus menerus penasaran. Selalu saja "What next?" Acungin jempol 4 dah buat Judith yang sudah memaksa pembacanya untuk terus menerus merasa penasaran hehehe. Rupanya novel ini mendapat tambahan dan pembaharuan, karena di bagian akhir diceritakan sedikit kisah Stephen, adik Clayton. Si Stephen ini punya andil besar dalam menyatukan kembali Whitney dan Clayton. Kalo menurut aku sih karena dibaurkan seperti itu malah bagian akhir kisah Whitney-Clayton jadi enggak asyik. Karena seolah tokoh utamanya jadi berpindah ke Stephen. Tapi mungkin juga karena Stephen akan dibuatkan ceritanya sendiri, hmmm jadi penasaran

Karakter Whitney disini menyenangkan, cerdas, berani, dan sempat sedikit plin plan. Ngakunya cinta sama Paul tapi malah bolak-balik ciuman sama Clayton. ya sudahlah, lha wong hero-nya itu emang Clayton kok, hehehe.

Sementara Clayton sendiri, yang menurutku sangat luar biasa usahanya untuk mendapatkan Whitney, sampai dibela-belain mengeluarkan uang yang sangat banyak demi memastikan Whitney menjadi tunangannya, bahkan rela memendam amarahnya melihat Whitney bermesra-mesraan dengan Paul. Tapi yang nyebelinnya setelah mendapatkan Whitney, dia mau aja terhasut omongannya musuhnya Whitney hingga tega menculik dan memperkosa kekasihnya itu. Pendeknya pas lagi baik, sayangnya luar biasa, pas lagi murka, kejemnya nggak ketulungan. Tambahan lagi, Clayton ini kayak yang pasang standar ganda yah? Sementara ia menginginkan Whitney setia dan suci seratus persen ia sendiri malah sibuk berganti-ganti wanita pas hubungannya dengan Whitney sedang renggang. Ih jijay banget sih!

Jadi meskipun banyak adegan yang bagus-bagus, kadang juga memancing tawa, dengan terpaksa aku kasih 3 dari 5 bintang aja. Sory ya Clayton, habis kamu ngeselin banget sih!

Minggu, 07 Desember 2014

Tempt Me At Twilight by Lisa Kleypas



Judul                  : Tempt Me at Twilight
Sub Judul           : Godaan di Senja Hari
Penulis               : Lisa Kleypas
Penerjemah        : Anggraini Novitasari
Desain sampul    : Marcel A. W
Genre                : Historical Romance
Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama
Bulan terbit        : Agustus, 2010
ISBN                : 978-979-22-6040-3
Halaman             : 424

Tipe buku          : Mass Market Paperback
Status               : punya


Sinopsis :
Poppy Hathaway menyayangi keluarganya yang unik, meskipun ia merindukan kehidupan normal.Kemudian nasib menggiringnya bertemu dengan Harry Rutledge, pemilik dan pendiri hotel yang misterius, kaya berkuasa, serta memiliki kehidupan rahasia dan penuh bahaya. Karena mereka tepergok sedang bermesraan, reputasi Poppy terancam. Ia mengejutkan semua orang dengan menerima lamaran Harry - tetapi ternyata gairah yang diberikan oleh lelaki itu, bukan rasa percayanya.

Harry bersedia melakukan apa pun demi Poppy - kecuali membuka hatinya. Selama hidupnya, pria itu tidak pernah mau dekat dengan siapa pun...namun Poppy bertekad menjadi istrinya dalam segala hal. Ketika cinta tumbuh menguat di antara mereka, musuh mengintai dari kegelapan. Jika Harry ingin Poppy teap di sampingnya, ia harus memperjuangkan persatuan sejati dari tubuh dan jiwa, sekali dan untuk segalanya...

Review:
Semenjak bertemu Poppy di lorong rahasia hotelnya, Harry memutuskan untuk memiliki Poppy. Di sisi lain Poppy yang tengah menjalin hubungan dengan seorang pemuda bangsawan diminta untuk menunggu oleh kekasihnya itu. Penantian yang sia-sia, karena tak lama kemudian kekasihnya memutuskannya karena ia diancam ayahnya akan kehilangan hak warisnya jika tetap memilih Poppy.

Disaat hatinya hancur, Harry datang menyelamatkannya dari rasa malu akibat dicampakkan dengan mengajaknya berdansa. Dari berdansa berlanjut memisahkan diri di balkon dan bisa ditebak apa yang dilakukan Harry untuk dapat memiliki Poppy yang masih sangat patah hati? Mencumbunya tepat ketika beberapa orang keluar dari dalam ruang pesta. Bahkan salah satunya adalah  mantan kekasih Poppy.

Dalam masyarakat Inggris jaman dulu, seorang gadis baik-baik tertangkap basah sedang berduaan saja tanpa pendamping aja udah merupakan skandal, lha ini malah....

Yaaah sebenarnya ini memang upaya Harry untuk mendapatkan Poppy, ia sempat bilang sebelumnya untuk meminta izin melakukan pendekatan dengan gadis itu, tapi Poppy menolak. Setelah melakukan beberapa perundingan dengan keluarga Poppy, dan Harry juga mencoba membuka pikiran Poppy betapa prospek menjadi gadis yang pernah tercemar adalah sangat suram. Akhirnya Poppy bersedia menikah dengan Harry.


Di hari pernikahannya tepat sebelum upacara pernikahan dimulai, mantan kekasih Poppy datang dan membuka kebenarannya. Poppy marah pada Harry tapi tak berdaya untuk membatalkan pernikahannya sendiri. Ia memberitahu Harry kalau ia tidak akan pernah memaafkan perbuatan Harry dan tidak akan pernah mencintai laki-laki itu. Jawaban Harry sungguh simpel tapi bikin aku yang baca jadi terenyuh.

"Ya," jawab Harry tanpa ragu. "Aku tidak pernah ingin dicintai. Tuhan pun tahu aku tidak pernah dicintai."

Ya ampuuun, kasian banget ya Harry. Kok bisa segitunya sampai gak ada yang pernah mencintainya.

Walaupun marah pada Harry, Poppy tetap berusaha memahami suaminya. Harry yang masih menginginkan Poppy mesti bersabar menunggu untuk bisa membuka hati Poppy. Diam-diam Poppy pun mulai mengorek keterangan dari orang-orang disekeliling Harry, bahkan dari orang yang tidak pernah diduganya mempunyai hubungan dengan Harry. Bagaimanapun ia pernah memiliki perasaan suka pada suaminya saat mereka belum menikah. Dan setelah menjalani pernikahan, Poppy bisa melihat betapa sedikitnya Harry meluangkan waktu bagi dirinya sendiri. Poppy bertekad untuk menjauhkan Harry barang sejenak dari kesibukan mengurus hotelnya.

Ini adalah seri ketiga dari Hathaway series. Seri yang pertama tentang Amelia dan Cam Rohan, aku bacanya entah tahun berapa, novel pinjem di rental, jadi udah lupa juga ceritanya gimana. Membaca novel ini, pembaca (maksudnya aku) dibuat berkali-kali menahan nafas, seperti ketika Harry yang tiba-tiba tanpa permisi mencium bibir Poppy pada kesempatan pertama mereka bertemu. Benar-benar lancang! Kalo aku yang digituin mungkin udah tak gampar tuh Harry. Tapi terus terang aku terpesona dengan cara Harry untuk mendapatkan Poppy. Biarpun menggunakan cara yang lumayan curang tapi itu menunjukkan seberapa besar minat Harry pada Poppy. Menurutku itu romantis hhhhhh. Selain itu meski Poppy bersikap seolah menghukum Harry, tapi laki-laki itu tetap sangat perhatian, seperti ketika Poppy terpeleset di kamar mandi. Harry bertingkah seperti induk ayam kehilangan anaknya. Atau ketika akhirnya Poppy mendapatkan saat pertamanya ehemm... Harry menyadari kalau Poppy itu kesakitan banget sehingga Harry terpaksa tidak menyelesaikan apa yang telah dimulainya.

Secara keseluruhan ceritanya bagus. Plot novel ini juga mengalir lancar dan cepat sehingga pembaca gak bosan saat membacanya. Aku juga beberapa kali dibikin tersenyum dengan beberapa bagian dari cerita ini. Seperti ketika para staff hotel yang menggunjingkan majikannya sembari menggunakan majas-majas metafora yang membuat Jake, asisten Harry yang loyal sempat kesal. Oya, siapkan kipas yang besar karena adegan disini lumayan banyak dan bikin keringetan.

Typo
Masih ada beberapa typo disana sini seperti merka yang mestinya ditulis mereka. Kekurangan satu huruf aja, juga bisa bikin pembaca jadi ilfil. Harusnya tertulis Mrs. Rutledge tapi yang tertulis Mr. Rutledge. Kan enggak enak banget waktu membaca tulisan Mr. Rutledge menjerit, hadeeeew enggak macho banget kan?!

Cover
Aku suka gambar rumah bergaya pedesaan di Inggris ini, dengan latar langit senja pas banget dengan judulnya. Rumah itu sendiri terkesan hangat sehangat cinta keluarga Hathaway.

Buat penggemar LK yang belum pernah baca novel ini, aku jamin bakal puas dengan ceritanya.

Selasa, 02 Desember 2014

Educating Caroline by Patricia Cabot

Judul                  : Educating Caroline
Sub judul            : Pelajaran Cinta untuk Caroline
Penulis                : Patricia Cabot
Penerjemah         : Martha Widjaja
Sampul               : Marcel A.W.
Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit         : Oktober 2013
Halaman             : 608
ISBN                  : 978-979-22-9997-7

Genre                  : Historical Romance
Status                  : Punya
Tipe buku             : mass market paperbook




Sinopsis:

Ketika Lady Caroline mendapati tunangannya berselingkuh, ia melakukan apa yang dilakukan semua wanita berakal sehat di zamannya - berpura-pura tidak tahu. Namun harga diri menuntut Caroline untuk membuat tunangannya mencintainya. Maka ia pun meminta bantuan dari guru terbaik: Braden Granville, Perayu Paling Ulung di Seantero London.

Braden Granville mungkin sangat terkenal sebagai pria perayu.....tapi ia tak punya niat ikut ambil bagian dalam rencana Caroline - sampai ia tahu bahwa wanita itu memiliki informasi yang diinginkannya. Seiring meningkatnya intensitas pertemuan, ketertarikan di antara mereka menjadi tak terelakkan. Garis batas antara guru dan murid pun menjadi kabur. Bersama-sama mereka mempelajari bahwa dalam cinta, hati selalu memilih yang tak terduga.

Review:

Memergoki tunangan lagi kayak gituan sama seseorang yang punya body yang lebih dari kita itu rasanya entah kayak gimana. Tapi itulah yang dirasakan oleh Caroline. Ia tidak bisa berontak karena pada masa itu kaum gadis-lah yang akan dirugikan jika sampai masyarakat tahu. Caroline mencintai Hurst Slater, Marquis of Winchilsea, sang tunangan. Caroline juga merasa berhutang budi pada laki-laki itu karena telah menyelamatkan nyawa adiknya ketika dirampok oleh seseorang. Maka Caroline bertekad agar tunangannya mau memandangnya sebagai wanita yang menggairahkan. Caroline memilih Braden Granville yang sering dibicarakan oleh adiknya, untuk mengajarinya seni bercinta. Ia menawarkan kerjasama dengan Braden yang ingin membatalkan pertunangannya dengan Lady Jacquelyn. Pada masa itu bila seseorang hendak membatalkan pertunangannya bisa diajukan ke pengadilan dan dikenakan denda yang besar. Nah Braden nggak sudi jika harus membayar denda pada calon mantan tunangannya yang dicurigainya telah berselingkuh. Caroline kebetulan mengetahui dengan siapa Jacquelyn berselingkuh. Hanya saja ia menolak menyebutkan nama, karena ia khawatir Braden akan menembak laki-laki itu yang ternyata tunangannya. Tawaran kerjasama Carroline langsung ditolak oleh laki-laki itu. Braden tidak mau melibatkan Caroline yang reputasinya bersih ke dalam masalahnya yang tergolong beresiko. Tapi bayangan Jacquelyn bakal menikmati kekayaannya yang diraihnya dengan susah payah membuat ia terpaksa berpikir ulang.

Waktu pertama kali baca sinopsisnya di situ tertera "Perayu Paling Ulung di Seantero London" bayanganku tentang Braden Granville itu udah kayak Sebastian St. Vincent-nya Lisa Kleypas. Tapi begitu baca isinya, semua bayanganku buyar. Braden disini malah terkesan kalem, nggak suka iseng. Alih-alih menemukan sosok playboy kelas kakap aku malah nemuin sosok Braden yang lembut, perhatian dan tanpa malu-malu memperkenalkan sosok ayahnya yang eksentrik pada Caroline.Udah gitu aku nggak nemuin senyuman maut atau rayuan-rayuan, kata-kata nakal yang bisa bikin hati para wanita klepek-klepek. Jadi standar bangetlah. Meski begitu aku lumayan dapat gambaran fisiknya Braden seperti modelnya Celine Dion di video clip yang judulnya Immortality, hahaha siapa tuh namanya? Ada lagi ketidakcocokan antara deskripsi karakter Braden dengan jalannya cerita. Braden ini sebenarnya pinter nggak sih? Kok cuma ingin menangkap basah sang tunangan yang suka selingkuh aja nggak bisa. Aneh kan? Tapi giliran disuruh ngejar-ngejar Caroline kok cepet?

Terus karakter Hurst Slater yang digambarkan sebagai Marquiss yang cuma modal tampan doang dan nggak pinter, entah kenapa kok pinter banget nyelinap-nyelinap tanpa bisa ketauan dan terkejar sama anak buahnya Bredan yang katanya orang-orang jalanan pilihan terbaik yak?

Meski begitu, ada beberapa adegan yang aku suka banget yaitu pas Braden ngliatin Caroline terus di gedung teater. Braden duduk di bawah sementara Caroline duduk di balkon. Setiap Caroline melirik ke arah Braden, tuh cowok masih ngliatin dia terus. Yaahh aku emang suka adegan pandang-pandangan gitu, bikin geregetan dan menghangatkan hati, hahaha. Patricia Cabot yang dikenal juga dengan nama pena Meg Cabot memasukkan unsur humor yang lembut sehingga sepanjang baca novel ini aku senyum-senyum terus.

Ada satu lagi adegan yang aku suka dimana, saat Braden memberi perkuliahan tentang menciptakan suasana romantis, Braden yang dengan susah payah menjaga kondisinya agar tetap netral benar-benar kewalahan menghadapi kengototan Caroline yang meminta dijelaskan tentang bagaimana cara berciuman dan menolak sama sekali untuk dialihkan ke tema yang lain. Keluguan Caroline sekaligus sifat ingin tahunya benar-benar membuat Bredan sulit berpikir jernih.

Sekarang bahas covernya. Kenapa ya posenya tuh cewek kok kayak yang lagi kejang-kejang gitu? Tapi setelah baca ceritanya lumayan masuk akal juga sih. Gambar cover menunjukkan gadis yang memakai baju pengantin, tapi karena dia tidak lagi sesuci yang semestinya jadi posenya kayak gitu deh, begitulah penafsiranku. By the way aku lebih suka gambar cover yang terlihat klasik untuk novel bergenre hisrom. Yang menunjukkan kalau cerita dalam novel itu bersetting jaman dulu, jaman dimana para wanitanya pake gaun dengan rok kurungan ayamnya, trus orang masih mengenakan kereta kuda untuk bepergian. Aku paling suka cover gambar cewek yang ada di novelnya Julia Quinn yang judulnya Romancing Mr. Bridgertons yang diterbitin Gramedia juga, look classic man!

Ada beberapa typo disana sini, seperti "Tapi musik tidak bisa percakapan pikiran Caroline..." sangat mengganggu karena aku nggak paham maksudnya apa. Terus ada lagi "menadap" yang mestinya "menatap".

Setelah baca novel ini aku lumayan puas, walaupun setelah meletakkan buku, enggak meninggalkan kesan apa-apa yang kuharapkan ada. Beberapa adegan serasa deket kompor juga lumayan banyak tapi nggak sampe bikin yang baca kegerahan sih, cukup membuat aliran darah mengalir lebih cepat daripada saat normal, membangkitkan sel-sel syaraf yang lagi anteng, hehehe. Oke untuk karya Patricia Cabot yang satu ini kuberi 3 bintang.

Jumat, 28 November 2014

Something Wonderful by Judith McNaught

Judul           : Something Wonderful
Sub judul     : Sesuatu yang Indah
Penulis         : Judith McNaught
Penerjemah  : Ratih Susanti
Penerbit       : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun          : 2011
Hal              : 664
Genre          : Historical Romance
 ISBN         : 978-979-22--6691-7
Status          : Punya




Sinopsis:

Semenjak menyelamatkan nyawa Jordan Townsende, Duke of Hawthorne, dari serangan penyamun, kehidupan Alexandara berubah 180 derajat. Tiba-tiba dia dihadapkan pada kenyataan dirinya menikah dengan jordan, bangsawan paling ternama di seantero Inggris, dan menjadi duchess. Namun takdir seakan belum puas mempermainkan dirinya karena empat hari setelah pernikahannya, jordan tiba-tiba menghilang dan diperkirakan tewas.

Dalam usia yang masih belia dan hati dibutakan oleh cinta kepada mendiang suaminya. Alexandra mencicipi season di London. Saat itulah ia tahu Jordan yang ia puja ternyata tidak semulian yang ia bayangkan. Cintanya pun berubah menjadi kebencian.

Tanpa disangka-sangka Jordan pulang! Ia terkejut mendapati isrinya yang lugu telah menjadi wanita cantik pujaan para pria. Dan ia harus berusaha keras merebut hati Alexandra yang sekarang sudah mengetahui reputasinya di masa lalu.

Meski cinta mereka kembali diuji oleh pengkhianatan dan rasa curiga. Alexandra selalu percaya suatu saat nanti sesuatu yang indah akan menghampiri dirinya.

Review:

Alexandra, tinggal di Morsham suatu tempat yang terpencil. Semenjak kecil ia diajar dan dididik oleh kakeknya yang mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidang filsafat. Ayahnya masih mempunyai hubungan keluarga dengan seorang bangsawan, ia tinggal di London dan mengunjungi Alexandra dan ibunya di Morsham, dua atau tiga kali dalam setahun. Pada usia empat belas, ayahnya meninggal. Tak lama sepeninggalnya datanglah wanita bangsawan dan putrinya yang mengaku istri ayahnya. Hati Alexandra dan ibunya hancur mengetahui hal itu. Di usia yang belia Alexandra mengambil alih tanggung jawab urusan rumah tangga ibunya yang patah semangat hidupnya.

Hingga suatu hari, Alexandra menyelamatkan seorang bangsawan yang hendak dirampok. Bukan itu saja, ia bahkan berhasil menembak mati seorang penyamun. Mengetahui ia telah menembak mati sang penyamun, Alexandra pingsan.Lalu Jordan, sang bangsawan tersebut membawa Alexandra ke penginapan dengan maksud untuk dipanggilkan dokter.

Jordan sama sekali tidak mempertimbangkan reputasi penolongnya di hadapan orang-orang akibat perbuatannya. Hingga beberapa hari kemudian, ibu Alexandra yang berang,mengetahui reputasi anaknya telah tercemar menuntut Jordan agar menikahi Alexandra. Menyadari konsekuensi yang mesti ditanggung Alexandra di masa depannya akhirnya Jordan bersedia menikahinya. Ia tak menyangka memiliki mempelai yang masih teramat muda lagi lugu.

Sikap Jordan yang lembut, dan perhatian membuat Alexandra makin jatuh hati. Walaupun cerdas dan hafal Quotation-nya kaum filsuf, Alexandra tetaplah seorang gadis lugu yang tidak mengerti kenapa Jordan ingin tidur dengannya dan tidak tahu bagaimana orang membuat bayi. Tentu saja Jordan yang dikenal masyarakat London sebagai playboy dibuat tertegun-tegun.

Tapi empat hari kemudian, Jordan menghilang. Selama setahun, Alexandra begitu terpuruk semangatnya, satu-satunya semangatnya adalah berusaha menjadi istri yang pantas dibanggakan oleh suaminya apabila ia masih hidup. Ia belajar etiket pergaulan masyarakat London. Hingga kemudian ia mulai mencicipi season di London. Rupanya sikap memujanya pada mendiang suaminya menjadi bahan tertawaan mereka. Sehingga sang dowager duchess, bibi Jordan, menjadi khawatir Alexandra akan makin dikucilkan. Ia ingin Alexandra menikah lagi karena usianya yang masih sangat belia, delapan belas tahun. Lalu sepupu Jordan, Anthony terpaksa memberitahukan semua perilaku Jordan di masa lalu sekaligus niat Jordan untuk mengirim Alexandra ke Devon.

Hati Alexandra hancur mendengar kebenaran itu. Hingga kemudian bertekad untuk menyamakan kedudukannya dengan almarhum suaminya dalam hal berburu lawan jenis. Selama beberapa bulan kemudian ia membiarkan kaum pria bangsawan Inggris berbondong-bondong mengejarnya. Sang dowager yang mencium niat Alexandra akhirnya mendesak Anthony, yang telah mewarisi gelar duke menggantikan Jordan, untuk menikahi Alexandra. Disaat mereka hendak mengucapkan janji pernikahan, tiba-tiba saja Jordan muncul.

Rupanya Jordan saat berada di pelabuhan, dipukul dua orang pemabuk, lalu dijual ke press gang yaitu kelompok yang memaksa orang untuk masuk angkatan bersenjata, lalu dikirimkan ke kapal perang kerajaan yang kemudian bertempur di tengah laut dengan kapal perang Perancis. Kapal itu mengalami kekalahan dan tenggelama dan kapal perancis berhasil menciduk tiga orang yang salah satunya adalah Jordan untuk dijadikan tawanan.

Jordan yang seolah bangkit dari kematiannya, luar biasa murka mengetahui Alexandra, wanita yang dalam masa penawanannya oleh kapal Perancis selalu berusaha dikenangnya untuk membantunya bertahan tetap hidup, "mengkhianati"nya dengan menikah dengan sepupunya.

Kalau menurutku sih, Alexandra enggak salah dong. Dia kan tahunya Jordan udah mati. Mestinya Jordan yang malu karena sudah mempermalukan Alexandra dengan mengatakan pada wanita simpanannya, dulu sebelum dia hilang, kalau dia terpaksa menikahi Alexandra dan berniat mengirimnya ke Devon. Udah gitu wajar juga kan kalau Alexandra marah, Jordan hampir memperlakukannya seperti ayahnya dulu pada ibunya? Udah gitu, curiganya Jordan itu tingkat dewa. Udah nyadar sendiri kalau Alexandra itu masih seperti yang dikenalnya dulu cuma ketambahan jadi suka memberontak aja, eh masih aja dicurigai, dibentak-bentak kayak gitu. Kalo aku yang jadi Alexandra udah tak cuekin aja, pura-pura nggak denger.

Tapi aku juga gak bisa sebel-sebel banget sama Jordan, karena walaupun dia galak dan sok otoriter begitu ia sebenarnya terpesona banget sama istrinya itu.

JM menciptakan alur yang naik turun sehingga pembaca dibawa ke suasana senang, gembira, geli, ikut merasakan keresahan, kesedihan dan amarah dari tokoh-tokoh utamanya. Cuma yang bikin ngambang kenapa akhirnya cuma kayak gitu tok?!

Penggambaran tentang kondisi dan suasana masyarakat kalangan bangsawan juga terasa sekali di sini. Dimana kaum bangsawan London gemar mengadakan pesta, dansa, dan taruhan. Sesuatu yang mengherankan bagaimana mereka begitu mengagungkan kalangan mereka sementara perilaku kebanyakan bangsawan sungguh bejat dan tak bermoral, perselingkuhan, perzinahan dll. Semuanya dianggap wajar. Tapi anehnya hal itu hanya berlaku untuk kalangan yang sudah menikah saja. Sementara yang masih gadis, ketahuan sedang berduaan saja dengan seorang pria tanpa pendamping, bisa dikatakan telah membuat skandal yang memalukan. Hmmmhh apakah itu terjadi di novel saja atau memang seperti itu gambaran masyarakat London waktu itu silakan di tanyakan ke mbah gugel, hehehe

Well, lanjut ke cover. Covernya yang menggambarkan pedesaan di Inggris emang pas banget dan aku suka. Dalam ceritanya kan digambarkan kalo Alexandra berasal dari desa yang terpencil. Atau bisa juga itu suasana di rumah pedesaan Duke of Hawthorne. Jadi ngebayangin pas Alex dan Jordan sedang jalan-jalan di bebukitan. Adegan uhuk-uhuk antara Alex dan Jordan juga lumayan banyak disini cuma entah kenapa cuma bisa kipas-kipas aja nggak sampai kebakaran, mungkin karena JM nggak terlalu detil menggambarkannya kali ya? Tapi cara JM menggambarkannya cukup menyentuh dan lumayan menghibur karena disini kan Alex digambarkan sebagai gadis lugu, bahkan setelah melewati season yang menghebohkan. Karena endingnya kurang memuaskan harapan saya,terpaksa nilainya tak kurangin setengah jadi 3,5 dari skala 1-5.



Kamis, 27 November 2014

Devil in Winter by Lisa Kleypas


Judul        : Devil in Winter (Romansa di Musim Dingin)
Penulis      : Lisa Kleypas
Penerjemah    : Sisilia Kinanti G
Penerbit    : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun        : 2009
Halaman    : 424
ISBN 978-979-22-4345-1
Status         : Punya





Sinopsis:
Evangeline Jenner, si wallflower gagap dan pemalu yang selalu meringkuk di sudut ruangan tiba-tiba muncul di ambang pintu Lord Sebastian St. Vincent tanpa pendamping. Dan lebih gilanya gadis itu mengajukan penawaran yang paling mengejutkan : lamaran pernikahan!

Sebastian, sang aristokrat playboy yang terkenal bejat, mengagumi keberanian gadis itu. Dengan kondisi keuangannya yang buruk, ia merasa lamaran itu akan menguntungkansatu sama lain mengingat Evie akan mewarisi kekayaan ayahnya dari klub judi terkenal di London.

Siapa sangka di balik sikap pemalunya, Evie ternyata bisa sangat keras kepala. dan ketika ia berkeras untuk menjafikan pernikahan mereka hanya di atas kertas, tak ada yang dapat dilakukan Sebastian untuk meluluhkannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Sebastian menemukan lawan yang sepadan.

Review:
Kalau bukan karena halaman tambahan di seri sebelumnya (It Happened One Autum), mungkin aku gak akan baca yang seri ini. Dan semenjak itu aku penasaran setengah mati sama seri ini. Tapi untungnya pas ada pameran buku gramedia di kotaku, aku nemu yang seri ini, jadilah aku dengan tekun membacanya sampai rampung dan besok diulang lagi dan besoknya diulang lagi hehehe

Terbelit hutang dan diburu debitornya, Sebastian St. Vincent tidak tahu mesti melakukan apa hingga kemudian sosok gadis gagap yang pernah dijumpainya di kediaman Lord Westcliffe mendatanginya dan mengajukan penawaran: lamaran pernikahan. Tentu saja penawaran itu tak ditampiknya, maka bergegaslah keduanya menuju Gretna Green untuk kawin lari. Selama dalam perjalanan yang melelahkan. Mengingat pria juga dikenal suka bersikap egois, ia ternyata bisa menunjukkan kepeduliannya pada Evie. 

Setelah mengucapkan janji pernikahan dan mengesahkannya di tempat tidur (apa itu? hehehe), Evie menyatakan ia hanya mau melakukannya satu kali itu saja dengan St. Vincent. Sungguh ironis bagi St. Vincent, banyak wanita menarik dan kaya menawarkan diri untuk menikahinya, dan ia berakhir dengan menikahi perempuan gagap dengan postur tubuh yang buruk.Sehari setelah pernikahan, mereka bergegas kembali ke London. Evie berharap ia bisa mengurus ayahnya yang sudah mendekati ajal karena sakit paru-paru. St. Vincent berharap, Evie ikut tinggal bersamanya di kediamannya di Mayfair. Tentu saja Evie menolaknya, ia tidak mau lagi diatur-atur orang lain. Untuk pertama kalinya, St. Vincent menyadari gadis pemalu yang dinikahinya mempunyai watak yang keras kepala.

Bukan itu saja, Evie bahkan berhasil memaksa Sebastian agar berjanji untuk hidup selibat selama tiga bulan! dan coba tebak bagaimana reaksi si playboy Sebastian St. Vincent ini?
"Itu mustahil!" bentak Sebastian
"Kenapa?"
"Karena aku Sebastian, Lord St. Vincent. Aku tidak bisa selibat. Semua orang tahu itu."

Hahaha #ketawaguling-guling

Disini karakter Sebastian yang awal-awal digambarkan sebagai pemalas, hanya mau bersenang-senang, ternyata mau mengubah karakternya ketika mendapat sudut pandang yang berbeda pada klub judi ayah Evie. Ia merasakan kegairahan baru untuk mengubah klub itu menjadi lebih baik. Bukan berarti usahanya berjalan mulus. Semua orang meragukannya, bahkan Westcliff yang datang ke klub dengan maksud menyelamatkan Evie dari tangan bejat St. Vincent pun dibuat heran. Aku senang dengan cara LK dalam cara mentransformasi Sebastian.

Belum lagi dengan perilaku Sebastian yang posesif, cumbu rayunya, kata-kata nakal yang sering dilontarkannya pada Evie disaat mereka hanya berduaan, bikin yang baca jadi ahhhhh...Evie yang polos juga tertular nakalnya deh saat dengan jailnya dia berusaha merusak sumpah selibatnya suaminya hahaha

Okey, membaca novel ini pokoknya mengalir lancar, dan puas. Nggak ada kesan lambat atau terlalu cepat. Nggak bikin bosen, dan dijamin senyum-senyum sendiri, plus jempol kaki yang bolak balik berkeluk. Kuberi 5 bintang deh untuk yang seri ini.

IT HAPPENED ONE AUTUMN by Lisa Kleypas

Judul             : It Happened One Autumn (Suatu Hari di Musim Gugur)
Penulis          : Lisa Kleypas
Penerjemah   : Juliana Tan
Editor            : Dharmawati
Penerbit         : Gramedia
Genre            : Historical Romance
Halaman        : 424
Status            : Punya
ISBN            : 978-979-22-4255-3

Sinopsis

Sebagai Earl of Westcliff, Marcus sangat menyadari tanggung jawab yang diembannya sangat besar dan karenanya dia tidak bisa main-main dalam memutuskan sesuatu. Termasuk memilih calon istri. Dan Lilian Bowman sudah pasti tidak memenuhi syarat. Gadis itu buka keturunan bangsawan, kasar dan suka membantah, lancang dan luar biasa keras kepala. Lilian jelas bukan pilihan yang layak untuk menjadi pendampingnya.

Lilian sangat membenci Lord Westcliff. Apapun yang dilakukan pria arogan sok berkuasa, sok tahu, kaku dan tidak berperasaan, dan menjengkelkan itu selalu memancing kemarahannya. Ia kasihan pada siapa pun gadis yang akan menjadi istri pria itu. Tapi ketika parfum ajaibnya berhasil memikat pria itu, Lilian pun gamang.
Marcus dan Lilian menyadari betapa mereka bertolak belakang. Siapa pun akan mengatakan mereka pasangan yang sangat tidak serasi. Tapi pada suatu hari di musim gugur yang indah, mereka menemukan bahwa semua yang mereka pikir salah tentang diri masing-masing ternyata merupakan hal yang paling mereka sukai.

Review

Apabila kita membenci seseorang, maka itu hanya akan berimbas orang itu balik membenci kita. Marcus, membenci dua putri rekan bisnisnya Thomas Bowman, terutama sang putri sulungnya Lilian Bowman, menurutnya kelakuan dua gadis itu buruk di seluruh penjuru dunia yang beradab. Ia pernah memergoki mereka bersama dua teman lainnya sedang bermain rounders dengan hanya mengenakan pakaian dalam! Lilian pun tak kalah sengitnya pada sang lord. Alasannya karena sang lord terang-terangan membencinya, selain itu pria itu juga arogan. 

Keluarga Bowman yang  berasal dari Amerika datang ke Inggris dengan beberapa alasan, alasan pertama buat sang bokap yang mau melebarkan sayap usahanya sedangkan bagi Mrs. Bowman adalah mencarikan jodoh berdarah biru bagi kedua putrinya.

Lilian berhasil memeras Lord Westcliff ketika tanpa diduga-duga sang lord menciumnya membabi buta di balik rimbunnya pohon. Dengan dalih akan membeberkan kejadian itu ke masyarakat Inggris, ia berhasil memaksa sang lord agar meminta ibunya bersedia menjadi sponsor bagi Lilian dan Daisy, adiknya. Dengan memperoleh sponsor yang memadai, akan mudah bagi keduanya untuk medapatkan calon suami bangsawan. Tentu saja lord yang angkuh itu menolak, ia menganggap Lilian terlalu menganggap tinggi kemampuannya dalam mempengaruhi dirinya. Hingga Lilian menantangnya untuk memeluknya lagi seperti di balik semak-semak itu. Apabila sang lord berhasil memeluknya tanpa terjadi "apa-apa" maka Lilian mau mengaku kalah. Dan Westcliff memang kalah. Horeeeeee

Sebenarnya, Lilian curiga alasan kenapa Lord Westcliff menjadi seperti kehilangan akal dan menciumnya membabi buta adalah karena mencium bau parfumnya yang dibubuhi dengan bahan ajaib yang ditambahkan seorang peramu parfum. Sehingga untuk memastikan parfum itu memang untuk memikat pria, ketiga sahabatnya pun secara serentak mencoba mengenakan parfum itu dan berusaha mendekati kaum pria di ruang duduk kediaman Lord Westcliff. Sayangnya, keefektifan parfum itu hanya mengena pada Simon Hunt suami salah satu sahabat Lilian yang sudah menikah.

Lilian benar-benar kesal ketika parfum yang dimaksudkan untuk memikat lawan jenisnya ternyata hanya berpengaruh justru pada orang yang dibencinya yaitu Lord Westcliff. Ia tidak percaya dengan tebakkan sahabatnya yang mengatakan kemungkinan parfum itu hanya berhasil untuk menemukan cinta sejati. Pada acara berkuda, ia dengan terang-terangan menolak perintah Westcliff agar tidak melompati rintangan kuda yang tinggi. Apalagi dengan posisi duduk menyamping. Untungnya Lilian berhasil mendarat dengan selamat, kemarahan Westcliff pada gadis itu berhasil dihindarkan dengan kehadiran St. Vincent (Devil in Winter) dengan membawa gadis itu kembali ke rumah. Ketika Simon Hunt mengingatkannya betapa berbahayanya St. Vincent untuk seorang gadis yang masih polos, barulah Westcliff menyadari sengatan cemburu di hatinya.

Ayah Lilian memaksa Lilian utnuk meminta maaf secara pribadi pada Westcliff atas insiden itu. Lilian tidak menyangka sama sekali ketika mendapati reaksi Westcliff atas permintaan maafnya di luar dugaannya. Westcliff terlihat tidak nyaman dan tidak memanfaatkan situasi itu dengan bersikap sok kuasa. Pada saat itulah kebencian di hati Lilian mencair.

Disisi lain Westcliff tidak menampik fakta bahwa sikap Lilian yang walaupun bertentangan dengan kehendaknya justru memikat hatinya. Ia menghadapi dilema akankah menuruti kata hatinya atau menolaknya dan mencari istri yang sesuai bagi orang dengan posisi seperti dirinya.

Ini buku kedua dari seri Wallflower yang aku baca. Sebenarnya baca novel ini udah lama banget, sekitar tahun 2009 tapi efek terpesona dengan ceritanya masih bertahan hingga sekarang. Lisa Kleypas emang jago banget kalau disuruh bikin kisah yang romantis, plus tokoh hero yang bikin daydreaming hehehe. Alurnya cepat dan gak ngebosenin, deskripsinya pun pas. Dialognya pun kadang bikin nyengir. Beberapa adegan, dialog, gerak tubuh walaupun sebenarnya sederhana kadang bikin yang baca langsung mak sleserr hahaha. Okey aku kasih 4 bintang untuk karya LK yang ini.






Rabu, 19 November 2014

Tiger Prince

Add caption
Judul      : Tiger Prince (Pangeran Harimau)
Penulis   : Sandra Brown
Penerjemah   : Indri K Hidayat
Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN           : 979-655-172-1
Halaman      : 320 halaman





Sinopsis:

Hanya ada satu jalan keluar.Tersesat di pantai surga, mereka memulai affair yang penuh fantasi. Caren Blakemore "melarikan diri" dari perceraian yang menyakitkan dan tekanan pekerjaan di Washington. Derek Allen bersembunyi dari kejaran nyamuk pers yang lapar. Sepanjang hari dan malam di Jamaika yang indah, mereka berbagi mimpi dan hasrat yang tak terkendali...
Ketika itu berakhir, Caren harus menanggung akibatnya. Caren terlanjur terlibat dalam kehidupan rahasia Derek dan jadi berita internasional. Nama baiknya terancam, dan hanya ada satu jalan keluar baginya....

Review:

Sebenarnya udah lama banget baca novel ini, jamannya masih kuliah dulu, tahun '99 an. Tapi karena novelnya ramai dicari lagi, aku jadi kepikiran untuk mereview tentang novel ini.

Apa jadinya ketika seseorang yang terbiasa menjalani hidupnya dengan lurus lalu mendapati tuduhan berkhianat pada negaranya karena sebuah affair yang didapatnya pada suatu liburan? Bercerita tentang Caren yang baru saja bercerai dari suaminya dan mesti menanggung beban biaya pendidikan adiknya yang mahal, membuatnya sering melakukan kesalahan yang hampir fatal di tempat kerjanya. Sehingga atasannya memaksanya untuk mengambil cuti untuk berlibur. Maka Caren segera terbang ke Jamaika. Disanalah ia bertemu secara tidak sengaja dengan Derek. Derek begitu terpesona dengan kepolosan Caren sementara Caren yang tidak mengharapkan bertemu pria semacam Derek mencoba menghindar. Tapi Derek tidak suka ditolak ia gigih mengejar Caren. Disaat mereka mulai dekat, Derek mendapati dirinya diikuti seorang wartawan gosip. Di penghujung liburan Caren merasa takut, ia jatuh cinta pada pria yang diyakininya tidak akan dijumpainya lagi setelah liburan usai. Ia tidak sanggup mendengar kata selamat tinggal dari Derek. Maka tanpa sepengetahuan Derek ia mengemasi barang-barangnya dan segera terbang kembali ke Washington.
Sesampainya di apartemen, ia mendapat kejutan lain, beberapa agen FBI datang menjemputnya. Ia dituduh berkonspirasi dengan sang Tiger Prince, sebutan lain Derek Alen,  dalam urusan minyak dunia. Ternyata bapaknya si Derek orang penting yang ada hubungannya dengan OPEC. Jalan keluar yang dipilihkan Derek bagi Caren adalah menikah. Jujur aku gak suka dengan karakter prianya yang suka mendominasi, dia gak mau terima kata tidak sementara Caren lemah banget, gak kuat pendiriannya, plin plan, malu-malu tapi mau. Kelebihannya si Derek ini memang dia sangat perhatian dan memanjakan banget sama Caren. Yaelah...bukan cuma sama Caren, sama adiknya Caren pun Derek gak pelit. Mau dong punya kakak ipar baek macem itu hehehe.
Review udah, sekarang liat covernya. Pas aku cari-cari di website-nya Gramedia, ternyata udah gak ada datanya, padahal ada cetak ulangnya segala lho. Terpaksa browsing di mbah google dan ternyata ketemu di goodreads. Bagi yang suka cerita-cerita romantis, disini kadar romantisnya kuberi 3 bintang deh, adegan uhuk-uhuknya lumayan banyak dan ada yang lumayan detil, 3.5 bintang deh.